Selasa, 04 Januari 2011

Bread, Love and Dreams (Kim Tag Goo-King of Baking) episode 2


Il Jong menyuruh Seung Jae melapor polisi, kemudian masuk ke pabrik. Ayah Man Hee sangat menyesali kejadian ini, Tak Goo berpikir sejenak kemudian memanggil Il Jong dan berlari menghadangnya. Tak Goo berlutut dihadapan Il Jong meminta maaf. Il Jong bertanya mengapa ia harus memaafkan Tak Goo (Kalau saja dy tahu anak itu namanya Tak Goo). Tak Goo berpikir sejenak, “Aku mengatakan yang sebenarnya, kami masih terlalu muda untuk dibawa ke polisi bukan? saat ini adalah masanya kami dapat tumbuh berkembang, tidak dapatkah kau memaafkanku sekali saja? Jika kau memaafkan aku, aku bersumpah atas nama ibuku tidak akan melakukannya lagi”. Kata Tak Goo. “itu tak cukup, kau berani untuk mencari roti tapi kau takut untuk bertanggung jawab atas kesalahanmu” kata Il Jong, sementara itu Ma Joon tersenyum senang. “Jika kau tidak punya banyak keberanian, maka hanya sedikit alasan untuk memaafkanmu” kata Il jong santai. Il Jong meninggalkan Tak Goo yang masih berlutut. Sementara itu Tak Goo hanya diam,dia mengepalkan tangannya.

Disebuah kedai, Mi Sun diperingatkan oleh pemilik kedai bahwa kerjaannya tidak memenuhi harapan, Mi Sun meminta maaf. Tiba-tiba Yu Kyung pulang dan hanya melewati mereka berdua. Pemilik kedai menegur Yu Kyung. “Hei, jika kau melihat orang kau harus memberi salam” katanya. Yu Kyung berhenti dan memberi salam Mi sun. Ketika Yu Kyung masuk kamar, Mi Sun melihat bekas luka yang ada di kaki Yu Kyung namun pemilik kedai tidak peduli. Pemilik kedai memberikan uang gaji lebih pada Mi sun, ia pulang dengan senang.
 
Mi sun pulang dengan berseri-seri karena ia punya uang untuk bayar sewa rumah. Di depan rumah ia bertemu ibu Man Hee. Mi Sun menyodorkan uang kepada ibu Man Hee untuk membayar sewa rumah namun ibu Man Hee menolak karena ada masalah besar. Mi Sun bingung, ia mengikuti ibu Man Hee yang terlihat cemas.


Di kantor polisi, Mi Sun kaget karena Tak Goo ada disana. “Mengapa kau disini? Apa yang kau lakukan?” Tanya Mi Sun marah. “Ia pergi ke pabrik roti dan mencuri roti” kata polisi. Mendengar hal itu Mi Sun lemas, sedangkan ibu Man He memarahi Man Hee habis-habisan “ bagaimana kau bisa melakukan itu, hanya karena ayahmu bekerja disana. Bagaimana kau bisa mencuri ditempat dimana dia bekerja? Kata ibu Man Hee sambil memukulnya. Man Hee membela diri sambil menangis, ia mengatakan Tak Goo yang memintanya karena ia ingin makan roti. Mendengar hal itu Mi Sun terkejut. Sedangkan Tak Goo menatap Man He tajam. “Mengapa kau membuatnya mencuri? Bentak Mi Sun. “Aku tidak mencuri, aku hanya benar-benar ingin makan roti itu, makanya aku membawa mereka” kata Tak Goo. Alih-alih Ibu Man He memarahi Tak Goo, dia malah dibentak Mi Sun balik, ibu Man Hee hanya bisa diam terpana. Mi Sun mendekat ke polisi “Aku akan membayar semua roti yang ia curi, berapa harganya? Tanya Mi Sun, “Sekarang bukan masalah harga, mereka mencuri ketika presiden direktur Il Jong tiba. Ia mengatakan bahwa ia ingin mengajukan tuntutan, maka aku tidak bisa melepasakan mereka begitu saja” kata polisi. Mi Sun terpaku diam tak bisa berkata-kata.


Mi Sun pergi ke pabrik dengan tekad untuk membebaskan anaknya, setelah sampai disana tiba2 ia melihat Il Jong dan anaknya, ia sedang memberikan instruksi pada anak buahnya. Hati Mu Sun menciut, ia bersembunyi di balik dinding pabrik. Namun setelah beberapa saat ia kembali memberanikan niatnya, belum mencapai 1 langkah, ia sudah terhenti, Il Jong sudah bersiap menuju mobilnya dan parahnya disitu ada Seung Jae. Memorinya kembali teringat ketika Seung Jae mengancamnya untuk tidak menampakkan dirinya dihadapan Il Jong lagi, jika tidak ia akan mati. Mi Sun mengurungkan niatnya. Mobil Il Jong mulai bergerak, Mi Sun membalikkan tubuhnya ke tembok, Seung Jae menengok ke arah Mi Sun namun ia tidak melihat wajah Mi Sun begitu pula Il Jong yang melihat dari kaca spion.



Mi Sun pergi ke kantor polisi lagi, berhubung dari pihak pabrik tidak ada tuntutan tindak lanjut oleh sebab itu polisi membebaskan Tak Goo dan Man Hee. Mi Sun membawa Tak Goo ke toko roti. Mi Sun menyuruh Tak Goo memakan roti sepuasnya. “Tak Goo, maafkan ibu, aku bahkan tidak bisa membelikan apa yang kau inginkan karena aku begitu sibuk sehingga banyak hal yang tidak bisa ku lakukan untukmu, ibu sangat menyesal” kata Mi Sun. mendengar hal itu Tak Goo hampir menangis, “Tak Goo, tau kah kau bahwa kau sangat berharga bagiku? Meskipun orang-orang mengatakan mereka bisa memberikan segalanya itu adalah sesuatu yang tidak bisa diperdagangkan, didunia ini hanya kau satu-satunya miliku”. “Aku tahu ibu” kata Tak Goo menangis.


Ma Joon menemui neneknya. Nenek Goo benar-benar tidak suka dengan sikap Ma Joon yang manja. Ia menceritakan perjuangan ayahnya ketika masih muda, bangun sebelum fajar, memotong kayu setelah sekolah, malamnya ia belajar. “Aku tahu itu nek, nenek sudah mengatakannya jutaan kali ”kata Ma Joon. nenek Goo mulai meninggikan suaranya “ setelah jutaan kali ku katakan namun kau tak mengerti “kata nenek. “Tidak peduli seberapa banyak yang diberikan ayahmu, jika kau tidak bisa sendiri itu percuma” kata nenek. “baiklah, berapa kali yang kau mau? Tanya nenek, “Terserah, sebanyak yang nenek inginkan” tantang Ma Joon, mendengar hal itu nenek Goo hampir shock. “Baiklah aku mengerti, semua yang kau lakukan dan katakan persis seperti ibumu” kata nenek.
Ma Joon mulai dipukul“ Sebelum kau mengatakan menyesal, aku akan memukulmu seratus kali atau sampai seribu kali” kata nenek marah. Pukulan pertama Ma Joon menjerit.

Sementara diluar ruangan In Sook dan Seung Jae mendengarnya tidak tega.In Sook mondar madir diluar ruangan karena cemas. Merasa tidak tega dengan rintihan Ma Joon, In Sook berusaha masuk namun dicegah Seung Jae. “Biarkan saja” kata Seung Jae. “Kalau kau meninggalkannya, apakah aku harus mendengar rintihannya sepanjang malam? Akau tidak bisa melakukan itu” kata In Sook. “ Jika kau masuk, ini akan memperburuk keadaan” seru Seung Jae. In Seok berusaha masuk, naman dicegah lagi oleh Seung Jae “Jika ada seseorang yang masuk, maka akulah yang akan masuk” kata Seung Jae.
Meski nenek telah memukulnya sebanyak 70 kali, dia juga belum mengatakan menyesal atas perbuatannya , sampai-sampai nenek sudah lelah, sedangkan Ma Joon hanya menangis.



Terdengar suara ketukan pintu, Seung Jae masuk. “Jika kau kesini untuk membelanya maka pergilah” seru nenek. “Nyonya saya hanya menghawatirkan kesehatan anda” kata Seung Jae. “Aku masih kuat memukulnya “kata nenek, mendengar hal itu tangisan Ma Joon semakin keras. 


acting nenek ney bagus bgt...kyk marah beneran...sereeeem
In Seok tiba-tiba ikut masuk, nenek dan Seung Jae kaget. In Seok menyuruh Ma Joon pergi ke kamarnya. Nenek marah, ia tak menyangka menantunya bisa menentangnya. “Ibu berhentilah melakukan yang kau inginkan” teriak In Sook. Nenek shock mendengar hal itu. “Ma Joon adalah cucu yang kau inginkan, mengapa kau begitu kejam padanya”seru In Sook. “Buat apa kau melahirkan seorang anak bila kau tidak mendidiknya secara benar, jika kau mendidiknya dengan benar hal ini tidak akan terjadi” sindir nenek. “Ibu, jujur saja kau masih membenciku kan? Karena aku menyingkirkan Mi Sun. dan ibu masih mengharapkan anak Mi Sun. Apakah itu sebabnya kau memperlakukan Ma Joon seperti itu, ibu mana yang sanggup melihat anaknya dipukul, ini membuatku gila” teriak In Sook kasar. Nenek sudah tidak sanggup lagi mendengar perkataan In Sook, ia mengusirnya dari kamar.
In Sook keluar dari kamar nenek, hatinya sepertinya lega telah mengatakan semuanya dan seperti biasa ketika In Sook merasa terpojok atau stress, pasti larinya ke minuman. Sementara itu dikamarnya nenek masih shock atas apa yang didengar dari mulut menantunya.


Dikamar Ma Joon, Seung Jae membantu Ma Joon mengoleskan krim. “Mengapa kau begitu keras kepala? Kau hanya harus bilang menyesal” kata Seung Jae. “Aku berharap nenek tidak ada” kata Ma Joon sambil merintih kesakitan. “Jangan khawatir nenek tidak akan menyentuhmu ketika kau dewasa” seru Seung Jae menenangkan. “Namun dia hanya membenciku” teriak Ma Joon. “Jangan khawatir, kau hanya harus berpikir sesuatu yangbesar dan mimpi yang besar” kata Seung Jae. “Aku akan membuatmu lebih besar dari ayahmu”. “Kau hanya sekretaris, bagaimana bisa kau melakukan itu? Seru Ma Joon. 

Seung Jae mendekat ke arah Ma Joon. “Aku bahkan siap menjadi orang yang rela mati untukmu, ingat itu” ungkap Seung Jae.

Sementara itu, Tak Goo tidak bisa tidur. Kata-kata Il Jong selalu terngiang di telinganya (Jika kau berani mencuri seharusnya kau berani untuk bertanggung jawab, jika kau adalah pengecut maka aku tidak akan memaafkanmu).


Keesokan harinya, Man Hee dan Tak Goo bersiap ke sekolah, ketika mereka sudah pergi ibu Man Hee mengatakan pada Mi Sun untuk pindah pada akhir bulan. Sementara itu diluar pagar rumah Man He meminta maaf pada Tak Goo atas kejadian pencurian itu (karena Man Hee nuduh Tak Goo yang nyuruh) namun Tak Goo tidak mendengarkannya. Mendengar Ibu Man Hee mengusirnya, Mi Sun mulai mencari akal seperti membayar uang sewa bulanan terus membantu ibu Man He mencuci pakaian. Mi Sun mengatakan untuk memaafkannya sekali ini saja bila kejadian ini terulang ibu Man Hee tidak perlu mengusirnya, dia akan pergi mengepak tasnya. Ketika Mi Sun keluar, ia kaget karena Tak Goo masih belum berangkat dan mendengar pembicaraannya. Tak Goo sangat sedih.
Sepanjang jalan menuju sekolah, Tak Goo memikirkan ibunya ketika meminta maaf kepada ibu Man Hee karena ulahnya. Sementara itu dipinggir jalan ada tukang rosok yang dengan promosi. Tak Goo mengampiri tukang rosok dan mengatakan “Jika aku membawa beberapa barang akankah kau membayarku?...
Tak Goo mulai mengumpulkan barang-barang bekas, setoran pertama ia mendapat uang, dari jarak jauh Man Hee melihatnya. Tak Goo mencari bahan bekas sampai larut malam dan hujan-hujanan, sampai-sampai Tak Goo tidur dikelas dan akhirnya dimarahi gurunya. Setelah pulang sekolah Tak Goo lagi-lagi langsung pergi untuk mengumpulkan barang bekas. 

Ia bertemu teman-temannya dijalan. Dan semua temannya memberikan barang perabot rumah tangga bekas pada Tak Goo. Sementara itu ibu Man Hee mencari baskomnya yang hilang. Kedua kalinya Tak Goo mendapat uang. Semua teman-temannya senang melihatnya.
Mereka menghitung uang yang berhasil mereka kumpulkan. “Uang ini untuk apa Tak Goo?” Tanya Man Hee. “Aku akan menggunakannya untuk mengembalikan martabatku dan ibuku” kata Tak Goo. Tak Goo mengajak temannya pergi namun belum 2 langkah Tak Goo langsung lari bersembunyi dibalik pohon, ternyata Yu Kyung sedang lewat.

Melihat hal itu teman-temannya heran. (Tak Goo salting klo ketemu Yu Kyung). Temannya perlahan mulai memahami kalau Tak Goo menyukai Yu Kyung. Namun kata Man Hee, ibunya melarang berteman dengan gadis itu,karena ayahnya pemabuk dan ibunya sebagai penghibur. Tak Goo menjawab bahwa cinta tidak peduli akan itu semua. Manusia sejati tidak akan melihat latar belakang seseorang. Dengan serentak teman-temannya mengatakan “Cieee,,,,”


Dirumah Yu Kyung seperti biasa melihat ibunya sedang menemani pria hidung belang sambil bernyanyi. Kemudian Yu Kyung masuk kamar mengendap-ngendap agar tidak ketahuan ayahnya yang sedang tidur.


Tak Goo mendatangi presdir Il Jong dan memberi salam. Ayah Man Hee menyuruhnya keluar namun ia menolaknya. “Bukankah kau yang mencuri roti?” Tanya Il Jong, “Aku bukan pencuri tapi aku Kim Tak Goo” jawab Tak Goo. “Baiklah apa yang kau inginkan? Tanya presdir. Tak Goo mengeluarkan uang dan memberikannya pada presdir sebagai ganti harga roti yang telah ia ambil. “Kau mengatakan aku mempunyai keberanian mencuri namun tidak mempunyai keberanian untuk bertanggung jawab bukan? Jujur saja itu membuatku malu sampai-sampai aku tak bisa tidur, jadi aku menjual barang-barang bekas untuk membayar harga roti, aku tahan bila lapar tapi tidak tahan bila malu, jadi terimalah uang ini.” Seru Tak Goo tegas. Mendengar hal itu presir tertawa. “Kau benar-benar lucu” kata Il Jong sambil tertawa. Apa tujuanmu? Tanya Il Jong. “Jika kau tak percaya aku adalah siswa SD Shin Dong kelas 5 SD dan namaku Kim Tak Goo, Tak artinya Kemuliaan dan Goo artinya Melindungi. Mendengar hal itu Il Joong langsung pucat, Ia teringat ketika ia mengatakan itu pada Mi Sun. akhirnya perdir menerima uangnya dan menyuruh Tak Goo untuk melupakan kata-kata itu. Tak Goo sangat senang mendengar hal itu, ia pulang dengan kepala terangkat. Sebagai gantinya Il Jong memperintahkan anak buahnya untuk mengirimkan roti ke sekolah Tak Goo.


Dikelas Tak Goo sangat ramai. Para siswa senang karena mendapat kiriman roti, ibu guru mengatakan untuk bersyukur dan makan bersama atas hadiah yang diberikan presdir untuk Tak Goo . Teman-temannya memberi tepuk tangan untuk Tak Goo.


Sementara itu Ma Joon kesal karena ayahnya begitu baik kepada Tak Goo. “Mengapa kau begitu khawatir? Tanya Seung Jae. “Semenjak aku lahir aku belum pernah melihat ayah seperti itu, bahkan ayah tersenyum. Apa yang tidak bisa aku lakukan, ia bisa melakukannya” kata Ma Joon.


Mi Sun tahu kalau Tak Goo menemui presdir lagi. Mi Sun terlihat cemas. “Ibu aku tak bisa hanya menghindar dan tidak melakukaan apapun” seru Tak Goo. Jadi itulah sebabnya aku menjual barang bekas untuk membayar roti kata Tak Goo. “Apa yang dia katakan?tanya Mi Sun. “Dia mengatakan aku pemberani” seru Tak Goo sambil tersenyum. Mi Sun sedih mendengarnya. “Tak Goo jangan pernah ke pabrik lagi, presdir sangat sibuk jadi kau jangan mengganggunya” ucap Mi Sun. “Baiklah ibu, aku mengerti. Aku akan menjadi seseorang yang besar seperti presdir dan akan membelikan ibu baju yang cantik” kata Tak Goo. Mendengar hal itu Mi Sun keluar karena tak tahan untuk menahan tangisnya.


Dari kejauhan Seung Jae mengamati Mi Sun, ternyata Seung Jae ingin memastikan apakah Tak Goo adalah anak Mi Sun dan ternyata benar, Seung Jae terpana ketika melihat Mi Sun.


Ternyata yang memberi perintah adalah presdir, namun Seung Jae melaporkan hal sebaliknya, ia mengatakan itu bukanlah Mi Sun dan anaknya. Namun sepertinya presdir masih tidak percaya.


Disungai Tak Goo melihat Yu Kyung sedang membersihkan hidungnya yang berdarah. Tak Goo mendekati Yu Kyung dan melihat memar-memar ditangan Yu Kyung. “siapa yang melakukan itu?tanya Tak Goo. Namun Yu Kyung tidak menjawab dan meninggalkan Tak Goo. Namun ternyata tas Yu Kyung ketinggalan. Tak Goo mengejar Yu Kyung “Katakan siapa yang melakukan itu? Tanya Tak Goo, “Jika kukatakan apa yang akan kau lakukan?” Tanya Yu Kyung. “Katakan padaku apa yang harus aku lakukan, memukulnya 1, 2 atau 3 kali? Tanya Tak Goo sambil tersenyum. “Bunuh dia” perintah Yu Kyung. Sontak Tak Goo terkejut. “Maaf, Aku tidak tahu bagaimana cara membunuh, siapapun itu tapi biarkan aku membuatmu tertawa. Tak Goo kemudian bernyanyi dan memperagakan tariannya,(niatnya supaya Yu Kyung tertawa) Yu Kyung malah diam aja, tersenyumpun tidak.



Melihat Yu Kyung yang tidak tertawa membuat sedikitpun Tak Goo kikuk. Dan pergi meninggalkan Yu Kyung, beberapa langkah Tak Goo mengangkat kakinya bergantian,kiri dan kanan sambil mengeluarkan bunyi(preeeeeeettt).Suara kentut, melihat hal itu Yu Kyung ingin tertawa namun ia tahan. “Kau tertawa bukan? Kata Tak Goo. Tak Goo kentut lagi . Senyum Yu Kyung semakin mengembang. “Aku sudah sekelas denganmu selama 6 bulan namun baru kali ini aku melihat senyumu” seru Tak Goo senang dan pergi.

Ayah Yu Kyung muncul tiba2. Yu Kyung kaget.”Apa kau suka dia? Apa kau tau seperti apa ibunya? Tanya ayah Yu Kyung sambil melihat Tak Goo. Ayah Yu Kyung menyeret Yu Kyung sedangkan Yu Kyung memohon meminta maaf.
Tak Goo melihat kejadian itu dari jarak jauh. Ketika ayah Yu Kyung hendak memukul Yu Kyung, Tak Goo mencegahnya, namun sayang malah Tak Goo yang akan dipukul, Tak Goo menghindar dan berlari diantara tiang2 yang diatasnya ada tumbukan batu bata.


Ayah Yu Kyung mengejar, tubuhnya yg besar menyenggol tiang, semua tumpukan bata menimpanya dan membuatnya pingsan.

Mi Sun pulang membawa ikan yang dibeli dari pasar. Ketika hendak masuk rumah ia di kejutkan oleh Seung Jae yg ada didepan rumahnya.


Tak Goo dan Yu Kyung terkejut melihat ayah Yu Kyung pingsan dan mendekatiNya. Tak Goo berusaha membangunkan ayah Yu Kyung namun tak ada jawaban.Tak Goo menyuruh Yu Kyung untuk meminta bantuan namun Yu Kyung menolak, ia malah mengajak Tak Goo kabur. Tiba2 ayah Yu Kyung memegang tangan Tak Goo, Tak Goo sangat terkejut, dia berusaha melepaskan tangannya.


Ditepi sungai, Seung Jae dan Mi Sun bertemu. “Sudah 12 tahun kita tidak bertemu, anakmu terlihat cerdas”kata Seung Jae. Seung Jae menunduh Mi Sun bahwa ia telah merencanakan pertemuan Tak Goo dengan presdir. Jelas saja Mi Sun menjawab tidak, itu hanya kebetulan. Namun Seung Jae tak lantas percaya, setelah kejadian beberapa hari ini ia mengganggap itu semua rencana Mi Sun. Seung Jae menarik kerah Mi Sun “Sudah ku katakan jangan memperlihatkan wajahmu padaku dan presdir, apa kau ingin tau apa yang akan aku lakukan? Seru Seung Jae. “Aku tak akan bisa menjagamu, apapun yang terjadi kepadamu itu terserah kamu, semua pilihan terserah kau.” Kata Seung Jae sambil meninggalkan Mi Sun.


Mi Sun gugup, ia pulang kerumah mencari Tak Goo, takut bila terjadi sesuatu dengannya, namun Mi Sun tidak menemukannya. Ia mencari Tak Goo keluar rumah namun ia tidak menemukannya dan menangis.
Tak Goo dan Yu Kyung bersembunyi sampai malam. “Apa kau tidak lapar?”Tanya Tak Goo, Yu kyung mengangguk. Tiba2 perut Tak Goo berbunyi, dia malu terhadap Yu Kyung. “Pulanglah, aku juga akan pulang” seru Yu Kyung. Tak Goo menawarkan Yu Kyung untuk tinggal ditempatnya, karena ia khawatir Yu Kyung akan di pukul lagi, namun Yu Kyung menolak. Sebelum pulang, Yu Kyung meminta Tak Goo untuk memperagakan nyanyian dan tariannya sekali lagi.



Di tengah pasar, Tak Goo bertemu ibunya. Mi Sun sangat cemas. Ia melihat keadaan Tak Goo. Sementara itu dari kejauhan Seung Jae melihat mereka dari dalam mobil.


Yu Kyung ke kantor polisi namun ia tidak masuk,ia hanya memandanginya dari jarak jauh berharap polisi membantunya ketika ayahnya memukulnya. Dari belakang ayah Yu Kyung datang. Ia bertanya siapa nama anak yang berani melawannya.Yu Kyung pura2 tidak tahu.


Dirumah, Mi Sun bergegas untuk mengepak barang.Ia mulai memasukkan pakaian2 mereka kedalam tas dengan panik. Tak Goo bingung melihat kelakuan ibuNya. “Ibu apa kita melakukan sesuatu yang salah?”Tanya Tak Goo. “Mengapa kita harus seperti ini terus”. Mi Sun mulai memarahi Tak Goo karena ia mulai banyak Tanya. “Aku tak mau pergi, aku lebih suka disini. Mengapa setiap aku sudah memliki teman kita harus pindah? Sampai kapan kita hidup begini bu? Aku benci jika selalu melarikan diri, aku tak mau ”kata Tak Goo balik marah kemudian keluar kamar.


Sementara itu dirumah Yu Kyung, ia sedih melihat keadaan kelurganya seperti itu, bapaknya pemabuk, ibunya wanita penghibur. Ia pun bernyanyi seperti nyanyian Tak Goo dengan nada sedih.Tak Goo pun merasa sedih, sama seperti yg dilakukan Yu Kyung, ia pun bernyanyi dengan nada sedih.Tak Goo hanya memandangi bintang di luar rumah. Didalam rumah Mi Sun hanya bisa mengangis.


Masih terjadi perang dingin antara In Sook dan mertuanya. Sampai2 nenek tidak mau makan bersama In Sook ia pun meninggalkan ruang makan dengan alasan percernakannya tidak sehat. In Sook mengatakan pada Il Jong bahwa pesta ulang tahunnya akan dilaksanakan besok ditaman rumah, namun IlJong tidak menyambut baik.ia malah meninggalkan ruang makan untuk menlihat keadaan ibunya.


Sambil melihat Tak Goo tidur. Mi Sun mulai memikirkan kata2 Tak Goo “ Ya kau memang benar Tak Goo, kau punya kehidupan sendiri” seru Mi Sun sambil menyelimuti Tak Goo.


Esok harinya Mi Sun berdandan sangat rapi dan cantik. Ia kemudian membangunkan Tak Goo. Tak Goo sangat terkejut dengan penampilan ibunya. Mi Sun mengatakan mereka tidak akan lari, namun akan pergi ke suatu tempat.


Sementara itu dirumah keluarga Goo, perayaan ulang tahun Il Jong telah dimulai, banyak para tamu undangan yang datang. Sementara itu nenek Goo merasakan firasat yang membuatnya merasa gugup dan sesak. 


Tak Goo dan ibunya sampai di rumah Il Jong. Tak Goo terkagum2 melihat rumah yang sangat begitu besar. “Ibu rumah siapa ini?”Tanya Tak Goo. “Rumah ayahmu” jawab Mi Sun. mendengar hal itu Tak Goo sangat terkejut. Mi Sun membawa Tak Goo masuk namun dihalangi para penjaga karena Mi Sun tidak bawa undangan. Mi Sun meminta untuk bertemu dengan presdir Il Jong.Para penjaga malah lapor ke Han Seung Jae. Mendengar laporan itu Seung Jae sangat terkejut dan segera menemui Mu Sun. Seung Jae berusaha mengusir Mi Sun dan mulai mengancamnya. Namun sayang ancaman itu tidak mempan .

Mi Sun berusaha masuk, namun dihalangi. Seung Jae memerintahkan petugas untuk membawa Mi Sun pergi. Mi Sun diseret keluar.Tidak dengan Tak Goo. Tak Goo lepas dari perhatian Seung Jae. Ia pun berlari kedalam rumah sambil berteriak meminta tolong. “Tolooooong, tolong kami” teriak Tak Goo sambil berlari. Sementara itu Seung Jae baru sadar dan turut mengejarnya. Namun suara Tak Goo sudah terdengar oleh presdir dan seluruh para tamu undangan termasuk In Sook dan Ma Joon.

Minggu, 02 Januari 2011

Sinopsis Bread , Love and Dream (Tak Goo) Episode 1

Cerita diawali dengan proses melahirkan seorang wanita. Dan seorang wanita tua (mertua dari wanita yang melahirkan) sedang berdoa. wanita tua itu berdoa memohon agar anak yang dilahirkan laki-laki sebagai penerus keluarga. Tetapi kalung tasbih yang dipakai berdoa putus dan manik-maniknya jatuh berserakan seperti pertanda keinginannya tidak terkabul.
wanita muda selesai melahirkan dan tidak sabar bertanya pada suster apa anak yang dilahirkannya laki-laki. ternyata anaknya seorang perempuan. wanita itu sangat kecewa.



Sementara itu Presdir Goo Il Jong mendapat laporan dari asistennya kalau anak yang dilahirkan isterinya perempuan, ia kecewa. Asistennya bertanya apa tuan mau ke rumah sakit. Namun tuan Il Jong malah ingin pergi rapat dan nitip pesan untuk ibunya pada asistennya kalau ia akan pulang terlambat.


Ibu mertua dan asisten Han Seung Jae datang menjenguk menantunya. Ibu mertua melihat cucunya dan berkomentar tajam ke menantunya kalau ia berharap cucu laki-laki tapi si menantu hanya bisa melahirkan bayi perempuan.
In Sook tanya ke mertuanya tentang suaminya. Lalu dijawab kalau anaknya adalah orang yang sibuk sehingga ia tidak ke rumah sakit karena ada meeting dan pulangnya bakal telat. (kasihan banget yah ni cewek gak diperhatiin ma suaminya)

Setelah ibu mertuanya pergi, In Sook terlihat kesal, ia menyuruh Mi Sun membawa anaknya pulang ke rumah. Mi Sun bertanya apa mereka tidak bisa tinggal sebentar lagi karena Ja Kyung ingin melihat adiknya. In Sook malah marah dan membentak Mi Sun menyuruhnya cepat pergi jangan banyak tanya. Mi Sun lalu membawa Ja Kyung pulang ke rumah.
selepas pengasuh dan anaknya pergi, In Sook menatap bayi yang baru ia lahirkan lalu menangis. ia teringat percakapannya dengan seorang peramal beberapa waktu lalu.



In Sook meminta pria itu untuk melihat apakah ia di masa depan bisa melahirkan bayi laki-laki. awalnya pria itu menolak dan bilang ia hanya pengrajin pot biasa yang tidak bisa melihat masa depan. tetapi akhirnya pria itu bilang kalau In Sook selamanya tidak akan mendapatkan anak laki-laki. lalu In Sook gelisah apakah tidak ada cara lain? karena suaminya sangat mengharapkan anak laki-laki. si pengrajin itu malah jawab kalau suaminya akan mendapatkan anak laki-laki dari perempuan lain. dan In Sook akan melahirkan bayi laki-laki dari pria lain.  Il Jong pulang ke rumah sangat malam.saat masuk ke rumah berpapasan dengan Mi sun. Mi Sun mengucapkan salam, selamat datang di rumah. asisten Han bilang ke Mi Sun kalau Il Jong terlalu banyak minum malam ini.

Tuan Goo duduk di ruang kerjanya. lalu perawat Mi Sun masuk dan menyiapkan peralatannya dan memeriksa tensi Presdir Il Jong. Presdir Il Jong terlihat memperhatikan Mi Sun. lalu Presdir Il Jong nanya apa istrinya sudah pulang? Mi Sun menjawab belum karena Nyonya masih harus istirahat beberapa waktu.

Il Jong juga nanya berapa umur Mi Sun tahun ini. Mi sun menjawab 24 tahun.Mi Sun menasehati Presdir Il Jong agar jangan kebanyakan minum.

Saat Mi sun membereskan peralatannya,Presdir Il Jong membelai rambutnya. jelas aja Mi Sun jadi panik.
karena ada petir, Ja kyung terbangun dan memanggil unnie. sementara itu Mi Sun terpojok ke sisi meja dan bertanya "Presiden apa yang anda lakukan, anda terlalu banyak minum.



Anda seharusnya tidak seperti ini karena hal ini sangat berbahaya."Presdir Il Jong"itu karena kau sangat cantik" Mi Sun terbuai dan membiarkan dirinya dicium. saat itu anak Il Jong, Ja Kyung menuruni tangga mencari Mi Sun
Ja Kyung melihat pintu ruang ayahnya terbuka, iapun mendekat dan terkejut melihat ayahnya sedang memeluk Mi Sun.



lalu tiba-tiba pintunya ditutup. ternyata neneknya menyuruhnya diam dan mengajak Ja kyung tidur bersama neneknya. ja kyung diajak neneknya pergi ke kamar. In Sook baru saja pulang. ia menatap rumahnya dengan senang lalu menuju ke dalam.
di dalam anaknya Ja Kyung menyambutnya. In Sook tanya apa Ja Kyung bersenang-senang dengan Mi sun. melihat ekspresi anaknya yang aneh, Ny Goo mencari Mi sun. terkejut lagi dilihatnya Mi Sun sedang mual-mual. In Sook marah apalagi saat melihat Mi Sun memegang perutnya, ia teringat perkataan pengrajin itu yang bilang kalau suaminya akan mendapat anak laki-laki dari wanita lain.
In Sook lalu menyeret Mi Sun. In Sook bertanya pada Mi Sun siapa ayah bayi itu?Mi Sun jawab kalau ayahnya adalah Presiden. In Sook menampar Mi Sun. Mi Sun bersujud dan meinta maaf karena ia sudah melakukan perbuatan yang tidak bisa dimaafkan. In Sook marah dan menghina Mi Sun perempuan murahan yang tidur dengan suaminya ingin merubah hidupnya. Mi sun berusaha membantah semua perkataan In Sook karena ia tidak merencanakan semua ini. In Sook tetap tidak mau menerima dan terus menghina Mi Sun karena berusaha mendapatkan suaminya dengan menggodanya.




Mi Sun tetap minta maaf dan memohon In Sook memaafkannya.Tiba-tiba Nenek datang dan marah karena mendengar keributan sekali.
Nenek berkata pada In Sook bagaimana bisa orang seperti In Sook cemburu pada Mi Sun. Nenek meminta In Sook jangan terlalu memperbesar masalah ini. Nenek berkata dengan sinis kalau In Sook sudah menikah selama 7 tahun tapi hanya bisa memberinya cucu perempuan, bagaimana In Sook bisa cemburu pada Mi sun.
In Sook berbalik dan curiga apa Ibu tahu tentang Mi sun dan suaminya? Nenek malah ngejawab setelah melahirkan anak perempuan kenapa kamu malah tinggal lama di Rumah sakit. Nenek minta menantunya melupakan ini. In Sook tidak bisa dan terus berteriak pada ibu mertuanya. Ibu mertuanya balik berteriak dan meminta menantunya menghentikan dan segera lupakan hal ini. lalu nenek menyuruh pelayannya memasakkan makanan dan obat untuk Mi sun. Nenek memandang Mi Sun yang masih bersujud dengan sedih dan menatap tajam ke menantunya. lalu pergi meninggalkan mereka.


In Seok masih terlihat kesal lalu ia menatap Mi Sun dan bilang untuk gugurkan bayi itu. Mi sun berusaha memohon tapi In Sook tetap berkeras karena ia tidak berencana membagi suaminya dengan siapapun. In Sook terus menyuruh Mi Sun segera pergi menggugurkan bayi itu sebelum ia membunuh Mi Sun.
Mi Sun ke rumah sakit diantar asisten Han. sementara itu Ja Kyung lapor ke nenek kalau ia kehilangan Mi Sun. Nenek curiga dan berusaha mencari Mi Sun.

Mi Sun masuk ke dalam Rumah sakit dengan bimbang. ia ragu akan keputusannya. lalu ada suster yang melihatnya ketakutan dan bertanya apa ada yang bisa ia bantu. Mi Sun bertanya ia harus pergi dari sini apa bisa ditunjukkan jalan belakang. Mi Sun memohon pada suster untuk menolongnya pergi. karena kasihan lalu suster menujukkan jalan belakang pada Mi Sun.

Mi sun mengucapkan terima kasih lalu suster juga memberi sedikit uang pada Mi Sun. Mi Sun sangat terharu dan bilang ia tidak akan melupakan kebaikan suster. lalu Mi sun berlari kabur dari Rumah Sakit.
Asisten Han Seung melapor pada In Sook kalau Mi sun kabur. In Sook sangat terpukul dengan berita itu. ada kekhawatiran yang sangat besar. ia pun melampiaskannya dengan minum-minuman.


Sambil berjalan sempoyongan, In Sook hampir terjatuh. Seung Jae memegang tangan In Sook untuk menahannya. In Sook melihat kearah Seung Jae dan kata-kata pria tua kembali terngiang (Jika dengan pria lain, kau akan mendapatkan anak laki-laki, jika tidak kau tak akan pernah mendapatkan anak laki laki). In Sook kembali mengambil Wyne namun dihalangi oleh Seung Jae. In Sook menolak akhirnya Seung Jae mencegahnya dengan kasar dan memanggil nama In Sook bukan dengan nyonya. In Soo akhirnya mengurungkan niatnya untuk kembali minum, ia duduk dan mengatakan pada Seung Jae untuk tidak menyebut namanya karena ia adalah istri bosnya. Seung Jae meminta maaf.


Seung Jae bersiap pergi, namun ia menghentikan jalannya karena In Sook bertanya padanya “Apakah suamiku sangat menakutkan? Ketika kau muda, kau dibesarkan seperti saudara.untuk orang seperti itu wanita yang kau cintaipun diambil, kaupun juga harus hidup dibawahnya. Dan aku harus hidup bersembunyi darinya dan kau tak peduli? Apa kau tak punya suatu kebanggaan? Apa kau frustasi? Tanya In Sook sinis. “Itu memang benar, aku tidak punya kebanggaan sejak awal, sebagai seseorang yang tumbuh tanpa orang tua, hanya orang dermawan yang mau membantu saya. Bahkan jika saya kehilangan wanita yang aku cintai, tidak ada yang bisa saya lakukan” jawab Seung Jae.


Usai mengatakan hal itu, Seung Jae meninggalkan In Sook, namun In Sook malah berdiri dan memeluk Seung Jae dari belakang. Seung Jae berusaha melepaskan pelukan In Sook kemudian ia berbalik, In Sook malah memeluknya, sekali lagi Seung Jae berusaha melepaskan pelukan In Sook, “Tinggalah bersamaku, aku ingin tinggal bersamamu” kata In Sook memohoni, mereka saling menatap, Seung Jae kemudian memeluk In Sook. Dalam pelukan Seung Jae, In Sook mengaingat kata-kata mertua dan pria tua peramal. Mertua : sudah 7 tahun kau tinggal disini,namun kau tak bisa melahirkan anak laki-laki.Pria tua peramal : Jika dengan pria lain, kau akan mendapatkan anak laki-laki, jika tidak kau tak akan pernah mendapatkan anak laki laki. Sementara itu Il Jong berada di ruang kerjanya sambil menatap alat tensi yang sering digunakan Mi Sun untuk memeriksa tekanan darahnya, Il Jong terlihat sedih dan cemas.


Seung Jae menemuai ibu Il Jong. ibu Il Jong bertanya tentang keadaan anak Mi Sun. ibu Il Jong mengetahui kalau Mi Sun kabur, Seung Jae mengatakan bahwa ia sudah mengirim orang mencari Mi Sun ke kampung halamannya dan mencari Mi Sun dimana ia sering terlihat, namun Seung Jae tidak menemukannya. ibu Il Jong terlihat sangat cemas “Perutnya pasti sekarang sudah besar” seru ibu Il Jong. “Aku akan mengerahkan lebih banyak orang untuk mencari Mi Sun, nyonya tidak perlu cemas”.kata Seung Jae. Seung Jae berniat pamit, namun sebelum ia pergi ibu Il Jong bertanya Seung Jae berada dipihak mana? Il Jong atau istrinya?apa tujuannya kau bekerja disini. Seung Jae cukup terkejut dengan perkataan ibu Il Jong, ia hanya dia.


Flashback :
(( In Sook mengatakan pada Seung Jae bahawa dia hamil, dan itu adalah anak mereka. In Sook akan mendapatkan anak laki-laki. Kau dan aku akan memberikan Il Jong anak laki-laki. ))

.“Aku bekerja untuk tuan Il Jong kata Seung Jae. ibu Il Jong mengganguk“Jangan halangi geraknya, itu akan lebih bagus jika kau dapat menemukan Mi Sun lebih dulu” kata ibu Il Jong. ibu Il Jong menyuruh Seung Jae untuk membawa kembali Mi sun dengan selamat namun di lain pihak In Sook menyuruh Seung Jae agar memastikan Mi Sun tidak kembali, bahkan menyuruhnya untuk melenyapkan anak yang Mi sun kandung. Dan dua-duanya mengatakan “Aku percaya padamu”..

Disebuah klinik seorang wanita tua pergi berobat, perawat hamil datang dan menyapanya. Perawat hamil besar itu ternyata Mi Sun. Mi Sun kemudian masuk keruang perawatan dan memberikan wanita tua suntikan. Tiba-tiba Seung Jae datang dan mengatakan pada dokter bahwa ia mencari perawat Kim Mi Sun, ia ingin berbicara tatap muka, tiba-tiba Mi Sun keluar dari ruang perawatan, Mi Sun terkejut dengan siapa yang ia lihat, begitupun Seung Jae, dengan spontan Mi Sun kabur berlari, anak buah Seung Jae mengejar. Sedangkan dokter berusaha menghalanginya.


Mi Sun berlari sambil memegang perutnya, ia mulai pucat dan kesakitan. Sementara itu Seung Jae terus mengejar Mi Sun.
Mi Sun kemudian berlari lagi dan bersembunyi di gudang, Seung Jae pun melihat gudang itu , namun tidak melihat Mi Sun, namun tiba-tiba perut Mi Sun sakit dan ia merintih kesakitan, Seung Jae mendengarnya dan curiga dengan gudang itu, ia kemudian kembali kegudang, ia menemukan Mi Sun sedang kesakitan memegang perutnya. Mi Sun memohon pada Seung Jae untuk untuk menyelamatksendiri.annya.


Sementara itu dirumah keluarga Goo, In Sook terlihat senang karena akan melahirkan bayi laki-laki,.
Seung Jae membawa Mi Sun ke klinik, dokter membantu Mi Sun berbaring.
Diwaktu yang sama keluarga Goo sedang makan bersama, “Ibu, saudarakau perempuan atau laki-laki?tanya Ja Kyung, “Kalau makan jangan bicara, aku bisa sakit” Kata nenek Ja Kyung. “laki-laki” jawab In Seok, Ja Kyung tertawa senang. Tetapi tidak dengan ibu Il Jong dan Il Jong, “Jangan katakan omong kosong, bagamana kau tahu? tanya ibu Il Jong, “Aku tahu dengan pasti, kali ini tidak akan salah, pasti laki-laki” ucap In Seonk yakin. . Sementara itu ibu Il Jong merasa ada yang aneh.
Diklinik, Mi sun berusaha melahirkan dibantu dokter, setelah berjuang keras akhirnya Mi sun melahirkan seorang bayi laki-laki suara bayi itu terdengar oleh seung Jae.



Dokter membawakan bayi Min Su, ia terlihat sangat bahagia, “Orang-orang itu masih ada di luar” kata dokter, senyum Mi Sun langsung memudar.
Mi Sun membungkus bayinya dengan selimut, ia berencana meninggalkan tempat itu . Ia berpamitan pada dokter dan berterima ksih dengan semua bantuan yang telah ia berikan, dokter menghalangi Mi Sun pergi karena ia baru melahirkan, namun Mi sun bersikeras pergi. . Mi Sun kabur lewat pintu belakang.
Mi Sun pergi dengan hati-hati, ia mengendap-endap agar tidak ketahuan, namun di tengah jalan ia bertemuSeung Jae. Mi Sun sangat terkejut. “Kau tidak dapat membawanya, dia bagian dariku” kata Mi Sun terbata-bata. “Kumohon, berpura-puralah tidak melihatku, aku akan melakukan semua yang kau katakan” kata Mi Sun memohon. “Jangan perlihatkan mukamu dihadapan Il Jong samapi kau mati, berjanjilah untuk pergi bersembunyi, jika kau melanggar, kau akan mati begitu juga bayimu ” kata Seung Jae. Mi Sun mengangguk. Seung Jae kemudian membiarkan Mi Sun pergi. Mi sun pergi sambil menangis.
In Sook berada di halaman rumah sambil melihat batapa besarnya rumahnya. “Ini semua akan menjadi milikmu” kata In Sooksambil mengusap perutnya.  “Aku akan menjagamu jadi tidak akan ada orang tang mengambil jalanmu”.
Mi Sun pergi ke stasiun, dikereta ada seorang ibu-ibu yang menanyakan nama anak Mi Sun, Mi Sun menamai anaknya dengan Tak Goo, nama itu adalah pemberian Il jong ketika Mi Sun masih berada dirumah keluarga Goo. Mi Sun teringat ketika Il Jong berkata demikian. Tak menyimbolkan  puncak, dan Gu menyimbolkan  menyelamatkan. Kereta mulai berjalan, Mi Sun memandangi Tak Goo sambil tersenyum.

Beberapa tahun kemudian…..

Suka Liat Tag Goo kecil

Mi Sun mengejar anak laki-laki sambil membawa sikat besar, “Tak Goo, kau tidak bisa melakukan itu, kau terlalu besar untuk ngompol ditempat tidur” kata Mi Sun marah. “Sudah kukatakan jangan terlalu minum banyak ketika mau tidur” kata Mi Sun sambil mengejar Tak Goo. “Aku haus, jadi apa yang harus ku lakukan?” kata Tak Goo membela diri. Mi Sun melemparkan sesuatu pada Tak Goo dan akhirnya setelah kejar-kejaran Tak Goo tertangkap. Mi Sun menarik baju Tak Goo.


Tiba-tiba dari arah rumah terdengar seorang ibu-ibu yang datang bersama suami dan anaknya berkata. “Mi Sun mengapa pagi-pagi begini kau sudah membuat keributan?. Mi Sun kemudian melepaskan tarikan bajunya Tak Goo. Ibu itu mengatakan jika Mi Sun tidak bisa menghukum Tak Goo seperti ini jika ia ngompol, Mi Sun meminta maaf. suami ibu itu kemudian berpamitan untuk pegi ke kantor. Sebelum masuk rumah anak ibu itu mengejek Tak Goo dengan menjulurkan lidahnya. Tak Goo hanya bisa mengumpat. “Jika ia bukan anak pemilik rumah, aku akan menarik seluruh rambutnya". Mendengar hal itu Mi Sun mentoyor Tak Goo kemudian menyuruh Tak Goo untuk pergi ke sungai untuk mencuci celananya yang kena ompol, disepanjang jalan ia di pukulin sama ibu-ibu dijalan .



Ditepi sungai Tak Goo bertemu seorang gadis cantik, gadis itu melihat celananya, Tak Goo dengan sigap menutupinya dengan tempat cuci yang ada dikepalanya.
cinta pertama Tag Goo ne
Tak Goo sangat malu. “Tak Goo kau sangat memalukan” kata Tak Goo. tiba-tiba ia melihat anak yang mengejeknya tadi mencoret-coret dinding. Dalam coretan anak itu seperti nya sedang mengumpat seseorang. “Siapa yang kau sebut anjing bodoh? Tanya Tak Goo .

Setelah mengetahui Tak Goo dibelakangnya ia gugup. “Baiklah, aku memang ngompol tapi aku tidak eek dicelana. Jika kau terus berbohong  akan tumbuh rambut di lubang bokongmu”. Kata Tak Goo menakuti. Anak itu kemudian melihat bokongnya. Tak Goo menyuruhnya untuk menghapus namun anak itu menolak. “Kenapa??”Tanya Tak Goo. Sambil berteriak pada Tak Goo ia mengatakan karena kau tukang ngompol dan eek dicelana.

Anak itu berlari kabur, Tak Goo mengejarnya. Tak Goo memukuli anak itu, ibu anak itu tiba-tiba keluar rumah, ia terkejut melihat anaknya dan Tak Goo berkelahi. Ibu anak itu memukul Tak Goo dengan payung dan berusaha menghentikan perkelahian mereka. Ibu anak itu memarahi Tak Goo karena membuat hidung anaknya berdarah, ia berkali-kali mentoyor Tak Goo (ku hitung 5 kali). Mi Sun datang, ia tak mengerti apa yang terjadi, akhirnya ibu itu menjelaskan ulah anaknya. Ibu itu kembali mentoyor Tak Goo dihadapan Mi Sun.


“Hey kau..‼ seru Mi Sun berteriak, ibu itu menghentikan toyorannya pada Tak Goo. Mi Sun mengambil sapu dan mengarahkannya pada ibu itu. Tak Goo berlari menghindari Mi Sun, Mi Sun mengejarnya. Tak Goo tertangkap ia memohon ampun kepada Mi Sun. Alih-alih memukul Tak Goo, Mi Sun malah menanyakan keadaan Tak Goo, Tak Goo bingung kenapa ibunya tidak menghukumnya, ibunya malah membelanya namun pura-pura ingin menghukumnya. “Apa kau tipe anak yang memukul semua orang? Tanya Mi Sun. “Tidak” Jawab Tak Goo, “Kau hanya memukul orang-orang yang layak mendapatkannya bukan? Tanya Mi Sun. Tak Goo terkejut karena Mi Sun tahu itu. “Tapi, jika kau tetap memukulnya, jadikanlah itu pukulan terakhir” kata Mi Su menasehati. Kemudian Mi Sun membawa Tak Goo pulang.


Dirumah keluarga Goo, “Ma Joon belum juga siap? Tanya Nenek . “Ibu sedang memanggilnya” kata Ja Rim anak kedua Il Jong. “Mengapa dia begitu lama?” Tanya Nenek  marah-marah. “Sebenarnya, Ma Joon mengunci pintunya lagi, nenek” katanya lagi.Il Jong berpamitan, ia akan menunggu diluar.
In Sook berusaha membujuk Ma Joon untuk keluar, namun Ma Joon menolak, ia mengatakan benci jika ia harus pergi ke pabrik roti. Nenek  datang kekamar Ma Joon namun ia tetap nolak keluar. Akhirnya nenek Goo menyuruh Ja Kyung untuk memanggail Seung Hae untuk mendobrak pintu. Akhirnya Ma Joon keluar, ia masih mengenakan baby doll. Nenek Goo memarahi Ma Joon habis-habisan, namun Ma Joon sepertinya cuek aja. Sedangkan In Sook hanya bisa diam. Nenek Goo menyuruh Ma Joon untuk segera berpakaian karena ayahnya telah menunggu. In Sook mengejar mertuanya, “Ibu, tidak kah kau terlalu keras pada Ma Joon? bukan kah dia cucu laki-lakimu. Kata In Seok. “Karena dia cucuku, makanya aku melakukakan itu” jawab nenek Goo. Nenek Goo merasa In Sookmendidik Ma Joon dengan baik, ia menyindir In Seok. “Seorang anak akn tergantung dengan cara didik orang tuanya, dia keras kepala sepertimu” sindir nenek Goo sambil meninggalkan In Seok. Sedangkan In Sookhanya diam terpaku.


Ja Kyung membantu Min Ju berpakaian. Ia menasehati adiknya untuk tidak melawan karena dirumah ini kita tidak bisa melakukan apa yang kita inginkan. Ja Rim mengatakan nenek kasar padanya karena Ma Joon tidak mau ke pabrik, seharusnya Ma Joon bersyukur pergi ke pabrik, karena Ja Kyung sebenarnya sangat ingin kesana namun ayahnya melarangnya karena Ja Kyung seorang perempuan.


In Sook mengantar Ma Joon kebawah, Seung He membantu Min Ju memperbaiki dasinya namun Ma Joon tidak berkenan. Ma Joon masuk ke mobil, “Kau terlambat” kata Il Jong tidak simpatik. 


Tak Goo dan temannya pulang dari sekolah mereka bernyanyi sepanjang jalan, tiba-tiba Tak Goo mencium bau roti yang baru saja dipanggang. Ia dan temannya berlari kea rah toko roti. Mereka berdua sangat ingin memakannyanamun mereka tidak punya uang. Penjual toko keluar dan mengusir mereka. Namun Tak Goo dan teman-temannya kembali lagi untuk melihat rotinya lagi, tiba-tiba Kim Man Hee datang, ia pamer pada Tak Goo, dimana Man Hee sedang makan roti. Tak Goo dan temannya memandang iri.

Man He membawa Tak Goo dan teman2nya kepabrik ayahnya bekerja yang juga merupakan pabrik bapaknya Tak Goo. Man He mengatakan bahwa didalam pabrik terdapat banyak sekali roti, tidak hany ratusan namun sampai ribuan. Tak Goo dan teman2 terkejut tak percaya. “Jika kau berbohong maka bokongmu akan ditumbuhi rambut” kata Tak Goo mengancam. “Aku tidak berbohong, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri” jawab Man Jee. “Jika rotinya sangat banyak bisakah kita mencobanya?”Kata salah satu teman Tak Goo. “Mulai sekarang ikutkan aku bila kalian sedang bermain” pinta Man He, Tak Goo berpikir sejenak kemudian menyetujuainya. “ikutkan aku juga ketika kalian pergi ke restaurant untuk mencium bau makanan enak” pinta Man He lagi. Tak Goo menyetujuinya, namun teman Tak Goo menolak. “Tidakkah kalian ingin mencicipi krim roti? Kata Man He membujuk. Mereka semua kemudian melihat tumpukan roti yang ada di depannya.
Man He mendekat ke pabrik bersama Tak Goo. “Kau kesini untuk bertemu manager Uhm Gi Sul?tanya seorang karyawan. “Ya, dia ayahku” jawab Man Hee. Karyawan itu akhirnya memberikan jalan pada mereka berdua. Setelah Tak Goo masuk pabrik, ia begitu takjub melihat proses pembuatan roti, Tak Goo sampai melongo. Man He memanggil Tak Goo namun ia tidak menghiraukan, akhirnya Man He menariknya.
Di gudang penyimpanan roti yang sudah jadi, Man He mengajari Tak Goo untuk mengambil roti sesukanya. Kemudian ia mengambil roti dan dimasukkan kedalam tas mereka. Sementara itu Il Jong dan Ma Joon dalam perjalanan menuju pabrik.

Man He dan Tak Goo keluar mengendap2 sambil membawa banyak roti. (haha sampai2 ditaruh di baju). Ayah Man He mengenali mereka. Mereka berdua berbalik, ayah Man He melihat mereka berdua telah mencuri roti. Man He menyuruh lari. Ayahnya mengejarnya. Man He tersandung dan roti yang ia bawa jatuh semua, diarah yang sama mobil Il Jong melaju kencang dan hampir menbraknya. Melihat hal itu Tak Goo malah berlari kearah Man He untuk melindunginya. Mobil Il Jong meng rem mendadak. Sedangkan ayah Man He berteriak sambil menutup matanya.




Seung He keluar dari mobil dan menanyakan keadaan mereka. Il Jong dan Ma Joon keluar dari mobil. “Sepertinya mereka pencuri roti” kata Ma Joon. Tak Goo dan Man He hanya bisa tertunduk. 

padahal itu anak kandungnya loh,.


. “Apa kalian mencuri? Tanya Il Jong. “Ya benar” jawab Tak Goo, Man He tak habis pikir mengapa Tak Goo mengaku. “Manager Han, lapor polisi” pinta Il Jong.
Mendengar hal tu Tak Goo sangat terkejut sementara Ma Joon tertawa sinis.

Mereka Mirip jg yah..