Tampilkan postingan dengan label All About West. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About West. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

STEP UP 3D

Steu Up 3D


Film ini keren bgt,..
Saya yakin teman2 sekalian sudah pada nonton ney film,..mungkin juga kalian mengikutinya dari Step Up 1.

Memang gak di ragukan lagi,film ini mampu menarik peminat film untuk berbondong2 menyaksikan aksi penari tokoh2 dalam film ini.Di jamin gak bakalan nyesel kl nonton ne film.Dari awal cerita sudah sangat menarik.Apalgi saat melihat aksi dari masing penari,..woooowww kereeeeeeeen bgt.

Sekilas tentang film ini :


Sinopsis :

Film yang disutradarai Jon Chu ini diawali dengan berbagai footage anggota House of Pirates tentang pendapat mereka seputar dansa dan bagaimana itu mengubah hidup mereka dan sekitarnya. "Menari bisa mengubah dunia!” ujar Moose (Adam Sevani) sang tokoh utama, sembari memberi contoh gerakan Elvis Presley dan "moonwalker" Michael Jackson. Dari sini kita tahu bahwa tarian lebih dari sekadar pencarian jati diri atau pemuasan eksistensi dan cari keuntungan.

Moose dan Camille (Alyson Stoner) baru tiba di New York sebagai mahasiswa baru. Tak sengaja, Moose terlibat dalam pertarungan tarian dengan House of Samurai, salah satu kelompok tercadas yang berambisi menjadi raja melantai pimpinan Julien (Joe Slaughter). Dan, ia pun secara tak sengaja diselamatkan oleh pemimpin House of Pirates, Luke (Rick Malambri) yang memakai sepatu Nike edisi Gun Metal yang amat langka dan membuat Moose menelan ludah.

Luke dan anggota kelompoknya juga ingin memenangkan kompetisi dansa kelas dunia, World Jam. Dalam usaha perekrutan, ia kepincut dengan gadis misterius, Natalie (Shari Vinson).Dalam arena pertarungan Luke melihat natalie menari dengan lincah.Luke tertarik melihat gerakan-gerakan yg di lakukan Natalie yg sulit tertangkap camera perekam Luke.
Keributan terjadi,hingga akhirnya Luke dan Natalie terjebak di ruangan sempit dan terjadi percakapan.Luke menawarkan tempat tinggsl untuk Natalie dan mengajaknya bergabung ke dalam groupNya.Tanpa Luke ketahui kalau Natalie adalah adik dari musuh bebuyutannya.

Masalah muncul. Moose bermasalah membagi waktu antara menari dengan belajar di Jurusan Teknik dan juga bercengkrama dengan Camille. Ia pun sudah kadung berjanji kepada orang tuanya akan berhenti menari dan fokus pada studinya.


Di hari pertarungan tiba,masalah datang lagi.Jadwal pertandingan dance bentrok dengan jadwal ujian Moose.Di awal pertandingan mereka harus siap menari tanpa adanya Moose.Hampir saja kalah,Natalie tanpa ragu masuk dan bergabung dengan Mereka,dan Moose datang dengan gaya tarian khasNya..

Luke juga punya problem dengan Natalie, yang jelas mempengaruhi kesiapan mereka bertanding.Natalie di anggap sebagai mata-mata dari geng Samurai. Sementara itu, markas besar mereka —yang sudah menunggak sewa 5 bulan— akan terancam disita dan dilelang untuk publik, dan… akan dibeli oleh Julian, musuh bebuyutannya yang kaya raya.

Di situ terjadi ketegangan yang mengakibatkan perpecahan antar klompok Luke.Namun pada akhirnya mereka berkumpul lagi dan sepakat untuk melanjutkan mengikuti kompotisi.Meskipun tanpa markas tempat latihan yg memadai.Namun mereka tetap bisa berlatih berkat kerjasama Moose dan teman2nya sewaktu SMA.

Anggota Mereka bertambah banyak.Dan tentu saja tarian mereka menjadi sangat kereeen.




Finaly,..mereka memenangkan pertarungan tersebut.

Hehheheehe,..kalau nonton pasti lebih seru,..

Minggu, 21 November 2010

Sinopsis Harry Potter 7


Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.

Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.

Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya; Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Belakangan, Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya; tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Delumintaor untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu. Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley.

Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry. Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Dumbledore, ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang pals.u. Regulus terbunuh dalam proses itu. Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan memberikannya kepada Dolores Umbridge.

Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge. Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.

Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah pals.u, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.

Di Godric's Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan. Di Godric's Holow, mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang kawan lama Dumbledore yang mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka terperangkap, karena "Bagshot" itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.

Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan. Ia menyelam ke dalamnya dan mendapati pedang dan kalung liontin Horcrux Voldemort. Kalung itu mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.

Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand—tongkat sihir tetua), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone—batu kebangkitan), dan Jubah Gaib (jubah tembus pandang) yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda sihir Deathly Hallows, untuk mengalahkan Voldemort.

Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry. Mereka berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas dibunuh oleh Bellatrix.

Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Ia berusaha untuk mencegah Voldemort mengambilnya dari makam Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gingrott's. Di sana mereka menemukan satu lagi Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri, tetapi Voldemort menyadari bahwa mereka mencari Horcrux-Horcruxnya.

Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Setelah menyelamatkan jiwa Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw tersembunyi di Kamar Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.

Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian; karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt.

Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kadavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri oleh Elder Wand.

Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasius kereta api King's Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.



Wah nih film makin seru aja,..Serial ke 7 di bagi menjadi 2.
Nih ada beberapa foto tokoh di serial ke 7 part 1






Part II katanya baru tayang di tahun 2012,jd para penggemar harry Potter harus bersabar menunggu endingNya,...

Senin, 08 November 2010

Dear John

Judul: DEAR JOHN
Sutradara: Lasse Hallstrom
Skenario: Jamie Linden Berdasarkan novel karya Nicholas Sparks
Pemain: Amanda Seyfried, Channing Tatum, Richard Jenkins



Film yang diangkat dari novel Nicholas Sparks biasanya membuat kita penuh curiga. Kita harus menyediakan sekotak tisyu karena tema Sparks akan melibatkan cinta dan kematian. Film Dear John nampaknya bukan hanya menjual nama Nicholas Sparks, tetapi juga dada six pack Channing Tatum yang dipasang dengan aktris serba bisa yang sedang naik daun Amanda Seyfried (Mamma Mia, Chloe, Letters to Juliette).

Tersebutlah John Tyree, seorang sersan yang bertugas dalam pasukan khusus AS. Film dibuka saat John tengah berjuang meraih hidup ketika peluru menghajar tubuhnya. Dan yang diingatnya saat-saat itu adalah koleksi koin sang Ayah yang bertaburan satu persatu.

Kita kemudian terlempar ke beberapa tahun sebelumnya ketika kali pertama John berkenalan dengan Savannah Lynn Curtis (Amanda Sefried), seorang mahasiswa yang mengisi libur musim semi dengan serangkaian pekerjaan sukarela. Wajah jelita dan hati emas Savannah langsung saja merenggut hati John. Hanya dalam beberapa hari, mereka jatuh cinta. Tapi tunggu dulu. Savannah ingin tahu latar belakang John. Dia ingin berkenalan dengan Ayah John (Richard Jenkins) yang sehari-hari sangat kikuk menghadapi orang, dan lebih tertarik mengurusi koleksi koin nya. Savammah yang biasa mengurus para penderita autistik langsung mengenli tanda-tanda itu; sementara John menyangkal kenyataan itu. Dramapun dimulai.

Perpisahan sejoli dimabuk cinta itu tak terelakkan. Savannah harus kembali ke kampus dan John harus ditugaskan ke tempat di seberang benua yang lokasinya harus dirahasiakan. Tapi mereka berjanji saling bersurat. Maka kita disajikan montase surat menyurat tradisional (oh, betapa rindunya kita melihat tinta pulpen, kertas surat, prangko dan amplop) dan kegiatan Savannah dan John selama perpisahan itu. Namun tragedi 9/11 terjadi. Pasukan John yang seharusnya selesai bertugas dengan heroik mengajukan diri untuk memperpanjang masa tugas di lapangan. Semula John ragu untuk ikut serta karena ia berjanji untuk pulang ke Amerika bertemu dengan kekasihnya. Ternyata, apa boleh buat. Dia pulang dan oh, sang kekasih sudah menikah. John akhirnya menerjunkan diri dalam pasukan khusus heroik itu.

Tentu saja ini bukan akhir dari cerita. Kita kemudian melihat komplikasi hubungan Savannah dengan suaminya (yang dinikahi lebih karena hatinya yang selalu ingin melindungi yang “lemah” dan betapa gampangnya penyelesaian film ini: memberi penyakit kanker pada sang suami) dan kenyataan bahwa Savannah sebetulnya masih sangat mencintai John. Jika kita sudah dengan ikhlas menerima cerita Nicholas Sparks yang selalu penuh sedu sedan, maka problem utama film ini sebetulnya akan pada seni peran Channing Tatum.

Dia seharusnya tampil sebagai tentara yang hemat kata dan membuang semua keresahannya ke dalam tubuhnya. Tetapi Tatum menafsirkan karakter itu dengan kekakuan dan ekspresi tunggal. Memang akhirnya Amanda Seyfried mengatasi adegan-adegan mereka, karena dia memang seorang aktris berbakat. Namun ternyata bintang dalam film ini adalah Richard Jenkins, sang ayah yang menderita autistik, yang sulit untuk berkomunikasi tapi kita bisa rasakan cintanya yang luarbiasa pada puteranya bahkan menembus layar. Dan jika airmata runtuh untuk film ini, justru bukan karena kisah cinta yang tak tergapai, tetapi karena sosok ayah yang mengucapkan cinta melalui keterbatasannya dengan cara yang merobek jiwa.

Remember Me

Judul: REMEMBER ME
Sutradara: Allen Coulter
Skenario: Will Fetters
Pemain: Robert Pattinson, Emily de Ravin, Pierce Brosnan




Ternyata Robert Pattinson dan Kristen Stewart menjadi aktor yang sesungguhnya di luar film-fil Twilight Saga (Twilight, New Moon dan Eclipse). Mungkin film Remember Me bukan film terdahsyat di dunia, tetapi paling tidak masih bisa memperlihatkan Pattinson sebetulnya mempunyai kemampuan akting dengan spektrum yang luas.

Film Remember Me dimulai dengan peristiwa tewasnya seorang ibu dalam sebuah peristiwa perampokan di stasiun bawah tanah. Sang gadis kecil yang menjadi saksi kematian ibunya itu adalah Ally yang kemudian kita kenal belasan tahun kemudian sebagai gadis cantik yang menyimpan trauma. Ally (Emilie de Ravin) bertemu dengan Taylor (Robert Pattinson) di kampus. Seorang pemuda tampan, berantakan, yang mengisi hidup dengan komentar sarkastik dan sebungkus rokok. Sarkasme itu berakar dari tingkah ayahnya (Pierce Brosnan) seorang pengacara sukses yang dingin dan berjarak dengan anak-anaknya. Belakangan, perlahan dari hubungan cinta Ally dan Taylor, terungkap bahwa Taylor mempunyai abang lelaki yang bunuh diri, yang membuat keluarganya pecah berantakan.
class="fullpost">
Film ini sebetulnya mempunyai potensi ledakan yang dahsyat, karena penulis skenario Will Fetters dan sutradara Allen Coulter mencoba memberi latarbelakang setiap karakter yang membangun sosok mereka. Untuk beberapa saat kita mulai yakin bahwa Robert Pattinson yang kita skasikan adalah seorang vampire yang cuma bisa gelisah hanya karena dia tak bisa berhubungan seks dengan kekasihnya. Di sini, dia seorang lelaki yang tengah menggocoh ayahnya. Untuk beberapa saat pula, sosok Taylor sempat merebut simpati penonton karena dia sungguh mencintai adik perempuannya yang tertindas.

Tetapi kompeksitas hubungan Taylor dan Ally—yang tentu saja tak bisa saya ungkap di sini, karena penonton nampaknya selalu gemar kejutan—ditumpuk lagi dengan akhir film yang memaksa diri menggelantung pada sebuah tragedi dunia di New York yang tak akan pernah dilupakan umat manusia. Mengapa, mengapa Allen Coulter harus merasa perlu menambah seluruh tragedi yang sudah begitu beruntun dengan satu gebugan akhir yang dipaksakan?

Bagaimanapun, film ini dan film The Runaways (di mana Kristen Stewart tampil sebagai gitaris rocker Joan Jett) menunjukkan kedua aktor itu sebaiknya cepat-cepat meninggalkan dunia Twilight. Ini penting, agar mereka bisa menunjukkan bahwa seni peran mereka bukan hanya terdiri dari wajah dukalara dan resah gelisah.

Avatar 3D


Avatar The Movie, film termahal ini memang patut diancungi jempol(2 jempol kaki, . Film "Avatar the Movie" karya Sutradara James Cameron ini mengundang banyak decak kagum dari para penonton. Film Avatar merupakan sebuah film semi real, artinya sebagian menggunakan animasi 3D. Walaupun animasi 3D dibeberapa adegan terlihat murahan alias kentara sekali animasinya, namun saya kira hal tersebut tidak terlalu mengganggu Film Avatar secara keseluruhan. Dengan Avatar the Movie, James Cameron kembali dianggap sebagai raja dunia per-film-an. Setelah dahulunya juga mengguncang emosi penonton dengan film "Titanic".

Sinopsis :


Jake Sully (Sam Worthington), mantan angkatan laut Amerika yang terluka dan cacat akibat perang. Ia terpilih untuk berpartisipasi dalam program Avatar, yang memungkinkannya bisa berjalan kembali.

Jack menuju ke Pandora, sebuah hutan nan subur yang penuh dengan berbagai macam makhluk hidup, sebahagian indah dan sebahagian lagi menakutkan. Pandora juga rumah bagi suku Na’vi, makhluk yang mirip manusia dengan kehidupan primitif serta memiliki kemampuan seperti manusia.

Saat manusia mencoba memasuki Pandora untuk meneliti kandungan mineral yang ada disana, suku Na’vi memerintahkan para prajuritnya untuk melindungi negerinya dari ancaman.

Jake direkrut untuk menjadi bagian dari proyek ini. Karena manusia tidak dapat menghirup udara di negeri Pandora, maka mereka menciptakan makhluk-mirip-suku Na’vi yang mereka sebut sebagai Avatar. Di Pandora, dengan tubuh Avatar, Jake dapat berjalan kembali. Di hutan Pandora, Jake melihat banyak keindahan dan bahaya. Ia juga bertemu dengan wanita muda Na’vi bernama Neytiri (Zoe SaldaƱa).

Berjalannya waktu, Jake berbaur dengan suku Na’vi dan jatuh cinta kepada Neytiri. Pada akhirnya, Jake terjepit antara tujuannya dikirim oleh militer ke Pandora dan suku Na’vi, memaksanya untuk memihak pada satu pilihan yang akan menentukan nasib bumi dan suku Na’vi.

Selasa, 02 November 2010

Film Triller/Horror

Halu halu,..selamat pagi...
Kali ini aq mau berbagi beberapa film yg menegangkan.Selain film drama asia,film horror adalah film kesukaanQ juga.Yah walaupun nontonnya mpe merem melek :D
Nah Ini beberapa Film yg aq suka

" A Tale Of Two Sister "
Cerita di dimulai dengan kepulangan ke rumah kakak beradik perempuan setelah lama absen dari rumah mereka semenjak kematian ibu mereka. Kehidupan yang baru di rumah lama di mana ibu mereka meninggal, sang adik yang menderita depresi karena kematian ibunya dan juga karena tekanan ibu tiri, serta ayah yang cuek dan hantu di dalam rumah.Banyak kejadian aneh yg terjadi di rumah setelah kematian ibu mereka.Film ini menceritakan tentang seseorang yg memiliki kepribadian ganda akibat depresi.



" The Grudge "
Grudge 3 berkisah tentang seorangwanita Jepang yang menyimpan rahasia akhri kisah The Grudge. Ia menuju apartemen di Chicago yang berhantu dimana ia menemukan sebuah keluarga yang berusaha lepas dari gangguan hantu. Bersama-sama mereka melawan hantu Kayako untuk menyelamatkan diri mereka dari kematian.




" SAW "
Film ini bercerita tentang pembunuhan berantai yg di dalangi oleh seseorang dengan menggunakan boneka sebagai media penyampaian pesan.Pembunuhan nya pun di lakukan secara unik,yaitu dengan melewati beberapa game yg telah di sedikan dan di rancang sedemikian rupa oleh si pelaku.Yang berhasil lolos dalam game ini maka dy yg akan selamat dan yg akan melanjutkannya,..
Sampai saat ini Film ini di rilis sampai SAW VI....
Hohoho,..aq sudah tak sabar menunggu lanjutannya,..semoga cepat bisa di tonton,..

" Final Destination "
Kalo ini film menceritakan tentang seorang remaja yg mampu melihat kejadian yg akan terjadi.Hemn,..bisa di bilang memiliki indra ke 6.Dari Beberapa film nya hampir semuanya sama sey menurutQ,...Terjadi kecelakan yg mengakibatkan  kematin,..dan hanya karena kesalahn kecil dapat merenggut nyawa seseorang,..
Tapi film ini memang bagus deh


Nah ini beberapa film yg aq suka,...
Sebenernya masih banyak film horror yg aq suka.Tapi ini adalah yg paling q suka dan di tunggu2 kelanjutannya...:)

August Rush

Meskipun film ini sudah agak lama,tapi masih enak di tonton karena ceritanya sangat bagus.
karena itu juga aq ingin berbagi sedikit mengenai cerita film ini.



Genre: Drama
Film yang mengangkat musikalitas memang tidak pernah menjemukan, kita semua pasti masih ingat sebuah film yang di release tahun 1978, dibintangi oleh John Travolta dan Olivia Newton-John yang berjudul Grease betapa sangat popular di masa itu, dan baru-baru ini Music and Lyrics yang di bintangi Hugh Grant dan Drew Barrymore pun cukup digandrungi anak-anak muda sekarang ini, dan gak heran juga kalau original sound tracks (OST) dari film tersebut ramai diputar di radio-radio di Indonesia bahkan dunia.

August Rush, sebuah film yang di release tanggal 21 November 2007, cukup mengagetkan saya, yaa… walaupun saya akui saya memang agak kurang update dalam masalah per-film-an, karena saya sendiri baru menonton film ini 23 Mei 2008, telat 6 bulan lebih dikit tepatnya. Film yang di bintangi oleh Freddie Highmore (Evan Taylor / August Rush), Keri Russel (Lyla Novacek), dan Jonathan Rhys Meyers (Louis Connelly) dan Robin Williams (Maxwell ‘Wizard” Wallace) ini memang berkesan sebagai sebuah film tentang sesuatu yg cukup rush di bulan agustus kalau kita lihat dari judulnya… tapi begitu kita nonton… semua yg terlintas di benak kita tentang ‘ada apa di bulan agustus’ akan sirna seketika.

Sinopsis:
Evan Taylor/August Rush adalah anak laki-laki dari Lyla Novacek dan Louis Connelly yang dipisahkan oleh ayah Lyla saat ia lahir. Evan selalu merasa dapat mendengar pesan dari orang tuanya walaupun ia berada dalam panti asuhan, sampai akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi dari panti asuhan tersebut demi bertemu orangtuanya. Kepergian Evan ini mempertemukan dirinya dengan Wizzard, pertemuan mereka ternyata memperlihatkan ‘gift’ Evan yang sangat brilian dalam bermusik. Wizzard pun kemudian mengganti nama Evan Taylor menjadi August Rush demi keuntungan pribadi dirinya. Akan kah Evan Taylor/August Rush bertemu kedua orang tuanya? Nonton aja sendiri

Film ini memang sungguh luar biasa, dengan kualitas akting para pemainnya yang habis-habisan, bahkan Robin Williams yang biasanya memerankan seorang yang lugu dan kocak pun dapat berubah menjadi seorang yang culas, tegas, namun tetap unik pada film ini. Film yang disutradarai oleh Kirsten Sheridan ini memang memiliki kekuatan dalam peran dan musikalitasnya, tak heran jika film ini masuk nominasi dalam Academy Award 2007. Musik-musik klasik yang kerap kali mengalun dalam film ini sebagian besar adalah karya Mark Mancina, nama baru bagi diri saya pribadi, namun membuat saya mulai melirik lebih jauh lagi tentang musik klasik, apalagi jika mendengar komposisi karyanya yg menggambarkan hiruk pikuk kota… briliant!!!

Terakhir… ini adalah film yang di penuhi oleh musik… jadi… saran aq… saksikan film ini dengan kualitas sound system yang baik, dan rasakan setiap dentuman beat memukul keras jantung kita dan sayatan-sayatan dari strings section yang menguliti perlahan-lahan diri kita… ini adalah film yang wajib kita tonton… terutama untuk para pecinta musik!
Jangan sampai gak nonton film ini loh,...